Sunday, July 5, 2009

Awal

Aborsi
----------
definisi

definisi aborsi menurut situs wikipedia adalah penghentian kehamilan oleh penghapusan atau pengusiran dari rahim dari janin / embrio, atau yang disebabkan oleh kematian.

definisi aborsi menurut situs britannica adalah penghentian kehamilan sebelum bayi dapat hidup di luar kandungan.

definisi aborsi menurut situs aborsi.org adalah
Menggugurkan kandungan atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah “abortus”. Berarti pengeluaran hasil konsepsi (pertemuan sel telur dan sel sperma) sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Ini adalah suatu proses pengakhiran hidup dari janin sebelum diberi kesempatan untuk bertumbuh.
-----------

Latar belakang masalah

Aborsi telah dikenal sejak lama, Aborsi memiliki sejarah panjang dan telah dipaksa oleh berbagai metode termasuk natural/herbal, penggunaan alat-alat tajam, trauma fisik dan metode tradisional lainnya. Jaman Kontemporer memanfaatkan obat-obatan dan prosedur operasi teknologi tinggi dalam melakukan aborsi. Legalitas, normalitas, budaya dan pandangan mengenai aborsi secara substansial berbeda di seluruh negara dunia. Di banyak negara di dunia isu aborsi adalah permasalahan menonjol dan memecahbelah publik atas kontroversi etika dan hukum. Aborsi dan masalah-masalah yang berhubungan dengan aborsi menjadi topik menonjol dalam politik nasional di banyak negara seringkali melibatkan gerakan menentang aborsi pro-kehidupan dan pro-pilihan atas aborsi di seluruh dunia.

Dengan keberadaan informasi yang terbatas, pengadaan aborsi harus dilakukan tanpa melalui pihak medis melewati prosedur yang bisa dipertanggungjawabkan dalam ilmu dan terencana. Kontroversi yang meliputi aborsi berada pada latar belakang kultur dan budaya dalam masyarakat. Dari segi ekonomi juga keberadaan klinik bantuan aborsi yang seharusnya menjadi kontrol medis akhirnya dilakukan oleh orang biasa. Seakan melihatnya dari kacamata pribadi aborsi juga menjadi penegak pendirian politik di banyak negara. Dalam situasi hukum yang terbuka maka setiap negara berhak melakukan dan menekankan hukum di negara masing-masing, namun demikian tingkat mobilitas manusia yang semakin meningkat malah menjadi alasan untuk praktek komersialisasi aborsi.

Melihat dari berbagai pihak yang terlibat secara intensif dalam pengadaan aborsi, sejak dulu keluarga sudah memegang peranan penting. Atas berbagai pertimbangan dalam beberapa faktor seperti tersebut diatas keputusan diambil secara bersama. Untuk menjelaskan fenomena aborsi penulis mengambil arahan kontemporer dengan mempelajari sejarah masa lalu sebgai permasalahan yang berulang. Dengan menjelaskan kejadian masa lalu diharapkan keberadaan permasalahan aborsi di masa ini dapat diperjelas, dipelajari, dan disimpulkan untuk menghilangkan faktor lain yang membentuk pola pikir masyarakat tanpa memberikan daya solusi yang baru.

-------------------

identifikasi masalah

Masalah utama yang dihadapi dalam aborsi dan prosesnya adalah keberadaan informasi yang jelas, sesuai, benar dan diberikan oleh pihak yang terdidik dalam anatomi manusia, dalam hal ini tenaga medis yang berpendidikan dan berpengalaman. Banyak tenaga medis yang berpengalaman dalam penanganan masalah kesehatan ibu hamil, namun tidak berpendidikan. Kejadian ini banyak ditemukan di daerah dengan tingkat populasi yang tinggi dan tingkat status sosial dan ekonomi yang rendah. Prosedur yang dijalankan dilakukan secara praktis dan menyeluruh sesuai dengan pengalaman tanpa memperhatikan detail spesifik perbedaan perseorangan atau individu ibu hamil. Dengan tenaga medis yang berpendidikan dihadapkan pada bentuk resistensi kelompok maupun perseorangan. Adanya tenaga yang terlatih secara medis namun memiliki pengalaman yang minimal tentunya memiliki pendekatan yang berbeda dengan pasiennya. Didorong oleh banyak faktor termasuk didalamnya tekanan sosial dan ekonomi banyak yang memberikan pendapatnya dalam hukum dan politik sementara tidak melangsungkan tindakan bantuan praktis pada pihak yang memerlukan.

Keberadaan isu aborsi yang diambil sebagai penegasan status politik menjelaskan kepada penulis bahwa perbedaan yang mendasar tentang permasalahan aborsi ada pada kalangan konservatif dan kalangan liberal. Pembukaan peta permasalahan ini didasari oleh sumber pengetahuan yang didapatkan dari penegasan hukum yang dilakukan oleh negara maju. Dalam hal ini pendapat yang terbuka mengenai isu aborsi menjadi penting karena berkaitan erat dengan gerakan kemerdekaan atau demokrasi atas hak individu. Bicara tentang aborsi berarti menerima gerakan feminisme yang progresif atau kemerdekaan hak perempuan, tentunya dalam lingkup pembicaraan politik bukan pada keberadaannya di masyarakat atau praktis.

Selanjutnya dipertanyakan tingkat efektifitas pemberian informasi secara terbuka di masyarakat tentunya akan menimbulkan masalah baru. Praktek aborsi juga didasarkan pada beberapa sebab tertentu salah satunya keterbukaan dalam pendidikan seksual untuk memenuhi pengetahuan manusia atas dasar anatomi tubuhnya yang paling sederhana, kemampuan untuk bereproduksi. Dengan adanya pemberian informasi secara langsung dan terbuka dilanjutkan dengan keberadaan informasi tanpa batas lewat berbagai media, maka secara langsung mempengaruhi keberadaan informasi dan pertukarannya antar individu tanpa batasan usia. Keberadaan pengajaran yang dilakukan tanpa dasar guru dan murid, orang tua dan anak, maupun berbagai sistem lainnya yang dipergunakan dalam keberadaan sosial masa lalu membentuk pola pikir yang baru dan pada akhirnya menimbulkan permasalahan baru. Dalam penjelasannya Aborsi tidak saja dapat diartikan menurut keberadaan situasi masa lalu, namun juga timbul karena sebab kontemporer yang berbeda sebab dengan situasinya pada masa lalu.

Keterbukaan dalam pengadaan informasi tidak menutup kemungkinan perkembangan informasi untuk mendapatkan inovasi, penemuan, dan berbagai hal baru lainnya. Bahkan seringkali keberadaan informasi membantu memudahkan perkembangan tersebut. Demikian halnya dengan keberadaan prosedur medis dalam Aborsi, pada mulanya terdapat pengetahuan atas dasar pengalaman yang disusun secara terstruktur menjadi sebuah ilmu. Aborsi didasarkan pada keberadaan pengetahuan kesehatan sistem reproduksi manusia khusus wanita, dimasukan dalam bidang ilmu kedokteran. Pemberdayaan pengetahuan kandungan telah mengalami perkembangan yang luas dan detail termasuk didalamnya alat, teknologi, prosedur dan terapi.

--------------

Pembatasan masalah

Penulis membatasi permasalahan pada aborsi yang dilakukan secara legal dan pada masa penelitian ini dilangsungkan. Dalam pertimbangan negara yang dikaji dikhususkan pada negara yang terbelakang atau berkembang. Membuka permasalahan atas dasar aborsi yang dilakukan secara ilegal tidak memenuhi standar objektif dari penelitian karena data yang didapat secara quantitatif tidak akan dapat mewakili kejadian sebenarnya. Dengan proses legalitas hukum penulis dapat lebih terbuka dengan data yang diberikan karena telah melewati validasi tertentu dalam kajian beberapa negara tersebut. Pembelajaran penelitian dilakukan dengan meniti data yang diterima penulis dalam kajian beberapa penelitian sebelumnya dan beberapa masukan narasumber yang berkaitan dengan aborsi. Dalam pembahasannya aborsi akan diatur sesuai definisi umum yang diambil, walaupun telah diketahui banyak negara yang melakukan aborsi post-natal atau setelah kelahiran secara legal namun penulis mencoba membatasi masalah sampai pada aborsi pre-natal atau sebelum kelahiran. Tentunya pertimbangan yang akan dilakukan menjadi berbeda setelah penulis melakukan kajian definisi aborsi, namun pembatasan masalah aborsi penulis akan mengambilnya dari keberadaan sebelum kelahiran sebagai pokok permasalahan yang utama.

Pembatasan masalah sesuai dengan kedekatan lingkungan penulis dengan berbagai faktor penentu seperti sosial, budaya, pendidikan, ekonomi dan lain sebagainya memainkan peranan penting dalam pembahasan. Oleh karena itu penulis mengambil penelitian dengan mendasarkan keterbukaan terhadap pemberdayaan ilmu namun tetap melakukan akulturasi dan adaptasi dengan lingkungan yang ada disekitar permasalahan yang dihadapi. Pada tahapan pembatasan masalah yang ada tentang aborsi akan lebih memudahkan fokus atensi permasalahan dan memungkinkan kita untuk memahami aborsi dengan lebih baik.

-----------------

Perumusan masalah

Beberapa pertanyaan atau pemikiran utama mengenai aborsi yang sesuai dengan pembatasan masalah dapat dirumuskan sebagai berikut.

Dalam pemberian informasi mengenai aborsi antara negara maju, berkembang dan terbelakang manakah yang berhasil meningkatkan tingkat taraf hidup manusia, termasuk ibu dan bayinya?

Dalam pemberian pelayanan bidang kesehatan mengenai aborsi antara negara maju, berkembang dan terbelakang manakah yang berhasil meningkatkan tingkat taraf hidup manusia, termasuk ibu dan bayinya?

Dalam pemberian status legal atas aborsi antara negara maju, berkembang dan terbelakang manakah yang berhasil meningkatkan tingkat taraf hidup manusia, termasuk ibu dan bayinya?

Dalam pemberian status legal atas aborsi antara negara maju, berkembang dan terbelakang apakah mampu meningkatkan pengetahuan atau pemberdayaan informasi dan memperbaiki pelayanan dalam bidang kesehatan terhadap aborsi.

----------

Tujuan Penelitian

Dengan memberikan pencerahan bahwa pemberian informasi dengan berbagai struktur, cara, dan kondisinya pada akhirnya dapat membantu membuka pemikiran tentang aborsi dan menciptakan proses pertukaran informasi yang benar dalam masyarakat penulis bertujuan untuk menurunkan tingkat aborsi yang beresiko tinggi dan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara medis dalam negara berkembang dan terbelakang. Secara Khusus diharapkan penelitian dapat memberikan gambaran objektif tentang korelasi efektifitas pemberian informasi yang terbuka tentang aborsi dalam rangka menurunkan tingkat aborsi khususnya aborsi yang tidak aman. Secara umum diharapkan penelitian dapat membantu meningkatkan pelayanan kesehatan kepada wanita khususnya ibu hamil dalam masa kehamilannya. Tujuan yang diungkapkan tentunya didasarkan pada proses pemikiran permasalahan yang dihadapi dalam berbagai faktor, walaupun memiliki fokus pada masalah medis namun tidak menutup penelitian yang berlanjut atau berpikir tentang perubahan sosial, ekonomi, budaya, dan bidang lainnya diluar kesehatan fisik.

-------------

Kegunaan Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan perbandingan serta pemikiran secara objektif dengan mempergunakan data yang dimiliki untuk mencapai kebenaran pola berpikir masyarakat. Tentunya dengan memberikan santunan yang jelas tentang perubahan yang ingin dilakukan. Diharapkan agar keterbukaan informasi dan akses informasi yang tercipta untuk masyarakat luas pada kalangan negara maju, berkembang dan terbelakang mengenai aborsi dapat memberikan kontrol yang baik dalam kesehatan reproduksi perempuan, khususnya ibu hamil. Selain itu mengkhususkan pada keterbukaan pemikiran baru atas dasar hasil gambaran penelitian yang diperoleh dengan membuka fakta yang terjadi di masyarakat tanpa terpaut atau memiliki korelasi dengan pandangan konservatif yang didasari oleh keberpihakan politik dalam kekuasaan pemerintahan, khususnya dalam bidang hukum.

Yo Lapor

Thanks.
Argumentasi yang mao dibangun kelompok pro, niscaya aborsi tidak dilegalkan sebagai sebuah pilihan-lebih jauh dari sekedar kasus kesehatan menyelamatkan si ibu, aborsi Ilegal tetap terjadi. Dari data website yang ada di posting sebelumnya, hampir rata di seluruh negara tingkat kematian ibu hamil yang melakukan aborsi secara ilegal masuk tiga besar alasan kematian. Tenaga medis yang berperan- merupakan sarana pendukung kualitasnya itu sendiri.

Kalau aborsi menjadi legal, maka informasi bisa diberikan dokter, departemen sosial bisa ikut ambil bagian, Intinya peran serta masyarakat dan pihak berwenang lebih mudah terjadi dari mata Hukum. Dari Undang-Undang diberitakan secara khusus untuk kasus tertentu saja. Yang mao kita ambil justru lebih besar, biar bisa ngungkit masalah diskriminasi perempuan, kesehatan, keterbatasan informasi. Ambil dari teori hierarchy of needs abraham maslow biological needs-security-social-self esteem-self actualization dari perempuan. Garis besar argumentasinya darisana.